Mengawal Visi, Melayani Rakyat
Ketika sebuah tantangan besar digotong dan dikerjakan bersama secara solid melalui musyawarah dan koordinasi, hal yang terlihat sulit akan menjadi ringan dan bisa dilalui.

Dra. Sri Ardiningsih, M.M.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali (2011–2018)
Sebuah visi besar dari seorang bupati hanya akan menjadi angan-angan tanpa adanya sosok yang mampu mengorkestrasi roda birokrasi. Ibu Sri Ardiningsih, yang mengawali kariernya sebagai ASN di BKKBN, memikul tanggung jawab besar tersebut saat menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali. Tugas memindahkan seluruh pusat pemerintahan tidaklah ringan; tidak ada panduan atau referensi daerah lain yang bisa ditiru pada masa itu. Namun, berbekal kepemimpinan yang solid dan koordinasi lintas SKPD yang intensif, visi pemindahan kompleks kabupaten ini berhasil dieksekusi.
Sebagai komandan birokrasi, beliau memastikan proses “boyongan” atau perpindahan kantor berjalan terstruktur dan sesuai prioritas. Kepindahan diawali oleh Badan Keuangan Daerah (DPPKAD saat itu), disusul Kantor Bupati, dan Kantor Sekda, yang menyesuaikan dengan kesiapan gedung baru. Tidak hanya mengurus fisik bangunan, beliau juga mengoordinasikan pengamanan arsip daerah agar tetap tertata rapi selama masa transisi; masing-masing dinas menyortir arsip aktif mereka, sementara arsip non-aktif diserahkan ke kantor arsip daerah agar tidak tercecer. Kemeriahan “boyongan” ini pun tidak dirayakan sendirian oleh para birokrat. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Dispora, kepindahan ini dirayakan dalam bentuk pawai budaya yang melibatkan masyarakat dan aparatur dari 19 kecamatan yang ada di Boyolali saat itu.
Di bawah kepemimpinannya pula, Boyolali mencatatkan diri sebagai pionir penerapan pemerintahan digital (e-gov). Transisi dari sistem konvensional menuju digital diorkestrasi dengan menggandeng Dinas Kominfo sebagai ujung tombak. Melalui pelatihan bertahap, ASN diajak beradaptasi dengan sistem baru; disposisi surat yang dulunya menghabiskan banyak rim kertas kini dapat dilakukan melalui layar handphone, memberikan dampak penghematan anggaran yang signifikan. Sistem penggajian pun diubah; dari yang sebelumnya harus antre mengambil uang tunai di kantor setiap tanggal satu, menjadi tersalurkan langsung ke rekening masing-masing pegawai dengan lebih efisien.
Semua perubahan ini bermuara pada satu tujuan luhur: memberikan keuntungan dan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Dengan tersentralisasinya seluruh kantor dinas dalam satu kompleks dan diiringi dengan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan baru tersebut, Boyolali kini memiliki wajah pemerintahan yang membanggakan. Perasaan rendah hati yang dahulu sering muncul kala bertamu ke kabupaten lain kini telah sirna. Melalui tangan dingin Ibu Ardiningsih, birokrasi Boyolali bertransformasi menjadi kekuatan solid yang melayani rakyat dengan penuh dedikasi dan kebanggaan.